Unikom Bandung Juara 3 Kontes Roket Indonesia

BANDUNG, (PRLM).- Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta yang mampu meloloskan dua tim roketnya pada tahap final di Kontes Roket Indonesia (Korindo) 2010, yang diselengarakan di Pantai Pandansimo, Srandakan, Bantul, Yogyakarta, Minggu (27/6). Salah satu dari kedua tim tersebut mampu merebut juara ke-3.

Hal tersebut diungkapkan oleh Rektor Unikom Bandung, Eddy Soeryanto Soegoto, saat jumpa pers “Kemenangan tim roket Unikom di Korindo 2010”, di Ruang Seminar Kampus Unikom, Rabu (30/6). Menurut dia, Unikom mampu menembus final setelah menyisihkan seluruh kontestan yang berjumlah 73 tim yang diikuti perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia.

“Ada 31 tim roket yang mampu menembus final dan hanya dua perguruan tinggi yang mampu meloloskan timnya lebih dari satu yaitu Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan Unikom Bandung. Dua tim roket dari Unikom adalah Tim Aerose dan Tim Arjuna,” kata Eddy.

Eddy mengatakan, tahun ini merupakan keikutsertaan Unikom yang pertama kali pada Korindo 2010. Namun, tetap bisa merebut juara tiga tingkat nasional. “Alhamdulillah, ini merupakan prestasi yang membanggakan. Ini sesuai dengan target yang ingin dicapai,” ujarnya menambahkan.

Eddy mengungkapkan, selisih nilai antara juara 2 yakni Universitas Pelita Harapan dengan juara 3, Unikom, tidak terpaut jauh, hanya 0,24 dan itu sangat kecil. “Namun, dengan juara pertama yaitu PENS-ITS terlampau jauh karena mereka cukup tangguh, perbedaan nilainya mencapai 7,23,” tutur Eddy.

Eddy bangga mampu mengalahkan universitas negeri ternama di Indonesia seperti Universitas Negeri Semarang (UNS) yang menempati juara harapan 2, dan Universitas Indonesia (UI) yang merebut juara favorit . Sementara itu, Institut Teknologi Bandung (ITB) harus terhenti di tahap ke-3 yaitu uji fungsional.

Sementara itu, Wakil Ketua Divisi Roket Unikom, Agus Mulyana menungkapkan rasa kecewa terhadap kinerja panitia yang tidak menerapkan peraturan secara tegas. Selain itu, kecewa terhadap tidak adanya transparansi penilaian peserta Korindo 2010.

“Kami meminta kepanitia untuk mengumumkan nilai yang didapatkan peserta. Namun, mereka bilang bahwa penilaian merupakan rahasia panitia. Selain itu, panitia terkesan mengulur-ulur waktu pelaksanaan lomba yang seharusnya mulai pada sore hari tapi baru bisa dilaksanakan malam,” ujar Agus.

Agus mengatakan, ke depannya akan mempersiapkan strategi yang matang untuk tim Unikom dalam keikutsertaan di kontes yang sama, agar dapat mengatasi hal-hal yang diluar keinginan. “Kita tidak ingin terpengaruh oleh masalah teknis, kita hanya fokus pada kinerja tim,” tutur Agus. (CA-05/A-147)***

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: